Mengukur Jarak Bintang

Bbrp hari yg lalu gw ditanyain seseorang di forum ttg bgmn mengukur jarak bintang. Krn gw ga bisa menjelaskan dgn baik di sana, makanya gw tulis di sini aja *sekalian promosi blog gw ini hohohoho… yg penting eksis*

Ngomong2 ttg jarak bintang, kita tahu kalau bintang itu jauh. Sejauh apa?? Ya kita lihat saja nanti. Tapi dari mana kita bisa tahu bahwa bintang itu jauh? Ceritanya gini…

Pada tahun 1609, Galileo mengarahkan teleskopnya pertama kali ke langit. Ketika ia melihat Bulan, ia dapat melihat permukaan Bulan yg dipenuhi dgn kawah-kawah. Lalu ketika melihat Planet Jupiter, terlihat berbentuk bulat dan dikelilingi 4 buah bulan. Akan tetapi ketika Galileo mengarahkan teleskopnya ke bintang, ia tidak dapat melihat begaimana bentuk bintang itu. Yg ia lihat ternyata hanya titik-titik cahaya sama seperti bila dilihat dgn mata telanjang. Bedanya, si bintang terlihat lebih terang dan lebih banyak bintang yg terlihat saat menggunakan teleskop. Melihat kenyataan itulah lalu Galileo menyimpulkan bahwa bintang merupakan benda yg sangat jauh, namun saat itu ia belum mengetahui seberapa jauh bintang dari kita. Baru pada abad ke-19 dilakukan pengukuran jarak bintang dengan cara Paralaks Trigonometri. Untuk memahami cara ini, lihatlah gambar berikut ini.

paralaks5

Akibat pergerakan Bumi mengelilingi Matahari, bintang terlihat seolah-olah bergerak dalam lintasan elips yg disebut elips paralaktik. Sudut yg dibentuk antara Bumi-bintang-Matahari (p) disebut paralaks bintang. Makin jauh jarak bintang dgn Bumi maka makin kecil pula paralaksnya. Dengan mengetahui besar paralaks bintang tsb, kita dapat menentukan jarak bintang dari hubungan:

tan p = R/d

R adalah jarak Bumi – Matahari, dan d adalah jarak Matahari – bintang. Krn sudut theta sangat kecil persamaan di atas dpt ditulis menjadi

theta = R/d

pada persamaan di atas p dlm radian. Sebagian besar sudut p yg diperoleh dari pengamatan dlm satuan detik busur (lambang detik busur = {“}) (1 derajat = 3600″, 1 radian = 206265”). Oleh krn itu bila p dalam detik busur, maka

p = 206265 (R/d)

Bila kita definisikan jarak dalam satuan astronomi (SA) (1 SA = 150 juta km), maka

p = 206265/d

Dalam astronomi, satuan jarak untuk bintang biasanya digunakan satuan parsec (pc) yg didefinisi sebagai jarak bintang yg paralaksnya satu detik busur. Dengan begini, kita dapatkan

1 pc = 206265 SA = 3,086 x 10^18 cm = 3,26 tahun cahaya

p = 1/d –> p dlm detik busur, dan d dlm parsec.

Dari pengamatan diperoleh bintang yg memiliki paralaks terbesar adalah bintang Proxima Centauri yaitu sebesar 0″,76. Dengan menggunakan persamaan di atas maka jarak bintang ini dari Mthr (yg berarti jarak bintang dgn Bumi) adalah 1,3 pc = 4,01 x 10^13 km = 4,2 tahun cahaya (yang berarti cahaya yg dipancarkan oleh bintang ini membutuhkan waktu 4,2 tahun untuk sampai ke Bumi). Sebarapa jauhkah jarak tersebut?? Bila kita kecilkan jarak Bumi – Mthr (150 juta km) menjadi 1 meter, maka jarak Mthr – Proxima Centauri menjadi 260 km!!! Karena sebab inilah bintang hanya terlihat sebagai titik cahaya walau menggunakan teleskop terbesar di observatorium Bosscha.

Sebenarnya ada bbrp cara lain untuk mengukur jarak bintang, seperti paralaks fotometri yg menggunakan kuat cahaya sebenarnya dari bintang. Kemudian cara paralaks trigonometri ini hanya bisa digunakan untuk bintang hingga jarak 200 pc saja. Untuk bintang2 yg lebih jauh, jaraknya dapat ditentukan dengan mengukur kecepatan bintang tersebut. Bagaimana caranya… lain kali kalau ada kesempatan akan gw jelasin….FIN.

Gambar: Australia Telescope Outreach and Education

~ by tenmon on April 4, 2008.

17 Responses to “Mengukur Jarak Bintang”

  1. ya… saya orang yang tanya itu….

    berarti pakenya jurusan tiga angka ya…??? ngukur sudutnya…

    hooo…. kirain nggak bakal dijawab… ternyata dijawab disini… ya ya ya… saya terpuaskan dengan jawaban dari pertanyaan kali ini….

  2. hahahahaha…. welcome to my jungle…

    senang dpt membantu.. kalo masih penasaran…
    simpen aja di hati…
    hehehehe… just kidding…
    saya, tenmon, siap membantu anda… *jgn mikir yg macam2 ya…*
    lagian banyak yg siap nge-back up *melirik para tetangga di labkom*

  3. test

  4. wah si Tri akhirnya berkunjung juga ke sini…

    tp jgn nge-“test” doank donk…

    apa jgn2 loe lg nge-test untuk ngukur jarak bintang?? bintang apa?? ntar kasih tau hasilnya ya…πŸ˜›

  5. “Sebuah forum”

    Awak curiga Rileks nih yang dimaskud…

  6. hohohohoho….. bukan tuh!!

    kalo di rileks sih mending si rukur aja yg ngejawab!! hehehehe…πŸ˜›

  7. Tolong… tolong… yang kayak gini nih yg bikin nilai saya E terus.

  8. saya mau komen buat site-nya, tapi gak nemu tempat yang tepat… dibikin dunk sans….

  9. @Idud >> itu krn blog gw ini blum ada, Dud…πŸ˜›

    @Nief >> wah sorry gw blum buat… ok deh ntar gw buatin khusus buat elo deh… gmn gw baik khan?? hohohoho….

  10. keren2….nanya donk klo bintang yg jaraknya ampe 5 juta thun cahaya ada ga???klo ada berarti bintang yg ak lihat td mlm blm tentu skrng masih ada..soalnya yg ak lihat kan cahaya dari bintang 5 juta thn yg lalu..doank..bukan bintangnya

    • sorry bgt baru bisa djawab skrg. kmrn2 gw lupa ama blog ini hehehe… sorry ya! Insya Allah gw usahain gw periksa seminggu sekali.

      Avista13 >> tentu saja ada. bintang terjauh yg bisa diukur saja sekitar 25 milyar tahun cahaya. Itu berarti bintang tersebut bintang yg kita liat 25 milyar tahun yg lalu. bagaimana bintang tsb skrg ya kita ga bakalan tahu pasti. Kita hanya bisa memprediksi sesuai dgn teori evolusi bintang. nah teori ini ntar deh gw jelasin. tungguin ya….πŸ˜€

  11. trus bagaimana membuktikan yang para astronot bilang bahwa ada bintang yang berjarak 4,5 juta tahun cahaya, bahkan lebih, tolong jawabannya. tanks yo

    • seperti yg udah gw jelasin singkat di paragraf terakhir, masih ada cara lain untuk mengukur jarak bintang.
      untuk bintang yg berjarak 4.5 juta tahun cahaya, biasanya dengan mengukur kecerlangan si bintang lalu kita hitung jaraknya menggunakan rumus pogson (=selisih kecerlangan semu bintang dgn kecerlangan absolut bintang sebanding dgn logaritma jarak). Cara lengkapnya ntar gw bikin postingan tersendiri deh… ditungguin aja deh… thx ya buat pertanyaannya.

  12. Luar biasa yang punya bog ini…ternyata ada juga yang sakti juga dalam hal astronomi selain teman kos saya (http://hansgunawan-astronomy.blogspot.com)
    pasti anda anak OSN astronomi yah? atau jurusan astronomi?

  13. boleh ditambahkan lagi metode menentukan jarak bintang dengan mgunakan metode lain plus contoh perhitungannnya. Kita perlu banget friend. Thank a lot

  14. jadi coba fikir kalau jaraknya sagat jauh begitu, ketika manusia mengukur jarak suatu bintang, bukan jarak bintang sekarang, tetapi jarak bintang pada saat jutaan athun yang lalu. Kenapa karena cahaya bintang yang kita lihat sekarang adalah cahaya yang dipancarkan jutaan tahun yang lalu yang baru sampai sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: